Berita Indonesia Terbaru di Bulan Mei

Ada banyak peristiwa yang terjadi selaman bulan Mei 2020. Berita Indonesia terbaru yang ada di bulan Mei 2020 masih diwarnai dengan adanya kenaikan pasien COVID-19. Selain itu, beberapa persoalan mengenai penanganan pandemi COVID-19 seperti pelaksanaan PSBB dan pemberian bantuan sosial juga menjadi persoalan. Masyarakat kelas bawah mengeluhkan bagaimana kerasnya kehidupan mereka saat harus bertahan tanpa adanya bantuan sosial yang diberikan. Berikut ini beberapa kumpulan berita terbaru yang ada di Indonesia.

Jumlah pasien sembuh di RS Wisma Atlet sebesar 1.180 pasien

Berita Indonesia terbaru membawa kabar baik bagi penangan wabah COVID-19. Sebanayak 1.180 pasien dari total 2.874 pasien yang telah dirawat di RS Wisma Atlet telah dinyatakan sembuh. RS Wisma Atelt merupakan salah satu RS Darurat yang dibangun oleh pemerintah untuk menangani pasien COVID-19. RS Wisma Atlet ini telah resmi digunakan mulai tanggal 23 Maret 2020. Saat ini, RS Wisma Atlet menampung pasien sebanyak 810 orang.

  • Perusahaan ditutup akibat langgar PSBB.

PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar-Besaran merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19. Akan tetapi, PSBB yang diterapkan di provinsi DKI Jakarta menuai banyak pelanggaran khususnya perusahaan. Ada sekitar 1.100 perusahaan yang masih beroperasi ketika PSBB dilaksanakan. Hal ini tentu saja melanggar peraturan yang ditetapkan dalam PSBB. Oleh karena itu, sebanyak 188 perusahaan telah ditutup karena melanggar ketentuan beroperasi selama PSBB berlangsung.

  • Dilema antara mencari penghasilan atau terkena COVID-19

Salah satu berita Indonesia yang menjadi trending belakangan ini adalah pelonggaran pemerintah terhadap pengoperasian moda transportasi umum. Sebelumnya, moda transportasi umum dibatasi untuk mencegah penularan virus COVID-19. Selain itu, kajian mengenai pembebasan bekerja bagi masyarakat yang berusia di bawah 45 tahun semakin ramai dibahas. Di sisi lain, bantuan sosial juga tidak dibagikan secara merata. Hal ini tentu saja membawa dilema bagi masyarakat. Jika mereka tidak bekerja, mereka tidak mempunyai penghasilan. Akan tetapi, jika bekerja resiko terkena virus COVID-19 semakin besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *